Selamat Datang di Blog MYANTO OFFICIAL, Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semuanya! Aamiin
Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu. Ali bin Abi Thalib
Ciri kelalaian manusia adalah sering mengeluh ketika sedang diuji dan jarang bersyukur ketika mendapatkan nikmat
Halal bukan hanya masalah apa yang kita makan. Tapi juga apa yang kita kenakan dan sayangi.
Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. QS Al-Baqarah 216
Assalamu'alaikum Wr. Wb. ----- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MYANTO OFFICIAL - Media Informasi, Komunikasi dan Publikasi ----- Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua!

APA ITU DASH?


DASH adalah mata uang kripto yang digunakan banyak bisnis di seluruh dunia, ia memiliki biaya rendah dan kecepatan transaksi cepat dengan sekitar 20.000 transaksi per hari (Q2 2020). DASH diluncurkan pada tahun 2014 dan tujuannya adalah untuk mengizinkan individu dan bisnis melakukan transaksi sebanyak mungkin dengan biaya yang lebih murah daripada biaya normal.
.

Bagi yang ingin Nambang DASHCOIN Gratis silahkan Klik DISINI
comments | | Baca Selengkapnya...

APA ITU ETHEREUM?


Ethereum adalah platform perangkat lunak terbuka yang memungkinkan pengembang membuat aplikasi terdesentralisasi. Tidak seperti Bitcoin, Ethereum adalah mata uang kripto pertama yang mengizinkan penukaran smart contract, yang artinya dengan kata sederhana - Anda dapat memiliki mata uang kripto Anda sendiri yang beroperasi di bawah blockchain Ethereum, dan pada faktanya banyak organisasi, perusahaan, UKM, dan lainnya telah memilih untuk menggunakan Teknologi Ethereum dan blockchain untuk tujuan tersebut. Ethereum juga dianggap sebagai alternatif Bitcoin karena biaya yang lebih rendah, transaksi cepat dan kemudahan penggunaannya.
.

Bagi yang ingin Nambang ETHERIUM Gratis silahkan Klik DISINI
comments | | Baca Selengkapnya...

APA ITU LITECOIN?


Litecoin adalah mata uang Kripto digital yang digunakan untuk mentransfer dana, beroperasi tanpa bank sentral atau bank pemerintah pusat mana pun. Litecoin adalah mata uang Krypto pertama yang membuka pintu bagi banyak mata uang Krypto lainnya untuk mengikuti jejaknya. Tidak ada biaya untuk menyimpan Litecoin, tetapi ada sedikit biaya untuk mengirimkannya.
.

Bagi yang ingin Nambang LITECOIN Gratis Klik DISINI
comments | | Baca Selengkapnya...

Apa itu Ripple?


Ripple adalah protokol pembayaran dan Mata Uang Kripto yang dibuat pada tahun 2012. Tidak seperti Bitcoin, transaksi Ripple dilakukan seketika dan ditransfer secara instan tanpa perlu menunggu konfirmasi. XRP adalah kode untuk Mata Uang Kripto Ripple dan kapitalisasi pasar untuk Ripple tumbuh dari tahun ke tahun. Meskipun XRP mungkin tidak sepopuler Bitcoin - XRP adalah satu-satunya Mata Uang kripto yang tersentralisasi dan jika XRP pernah menjadi Mata Uang kripto yang terdesentralisasi, harganya bisa meroket seperti yang terjadi pada Bitcoin selama beberapa tahun terakhir.

.

Bagi yang ingin Nambang RIPPLE / XRP Gratis silahkan Klik DISINI

comments | | Baca Selengkapnya...

APA ITU DOGE?


Dogecoin adalah cryptocurrency yang ditemukan oleh insinyur perangkat lunak Billy Markus dan Jackson Palmer, yang memutuskan untuk membuat sistem pembayaran yang instan, menyenangkan, dan bebas dari biaya perbankan tradisional. Dogecoin menampilkan wajah anjing Shiba Inu dari meme "Doge". Ini diperkenalkan pada akhir 2013 dan mencapai kapitalisasi pasar sebesar US $ 5,382,875,000 pada awal 2021. Diklaim bahwa koin itu adalah lelucon, tetapi sekarang potensinya jelas bukan lelucon bagi mereka yang menggunakannya.


Bagi yang ingin Nambang DOGECOIN Gratis silahkan Klik DISINI
comments | | Baca Selengkapnya...

Apa itu Bitcoin?


Bitcoin adalah mata uang Kripto digital yang digunakan untuk mentransfer dana, beroperasi tanpa bank sentral atau bank pemerintah pusat mana pun. Bitcoin adalah mata uang Krypto pertama yang membuka pintu bagi banyak mata uang Krypto lainnya untuk mengikuti jejaknya. Tidak ada biaya untuk menyimpan Bitcoin, tetapi ada sedikit biaya untuk mengirimkannya.

Bagi yang ingin Nambang BITCOIN GRATIS silahkan Klik DISINI
comments | | Baca Selengkapnya...

Gus Baha' : Sekarang kalau masih miskin, Berbahagialah


Gus Baha' :"Sekarang kalau masih miskin, Berbahagialah. Karena miskin itu mudah jadi orang dermawan. Kalau orang sudah kaya itu ribet."

"Coba misalnya anda jadi santri saya. Tak contohkan, biasanya santri kalau sama kiainya kan loyal."

"Kamu miskin punya ayam 2. Saya minta satu boleh nggak..? Boleh. Padahal itu 50 persen.!"

"Terus punya uang 100 ribu. Saya minta 50 ribu, kira-kira boleh nggak..? Boleh.! Padahal itu 50 persen."

"Tapi kalau kamu kaya, punya uang 1 milyar. Saya minta 500 juta, boleh nggak kira-kira..?pasti berat.!
Padahal itu 50 persen."

"Gampang mana dermanya orang kaya dengan orang miskin untuk beramal 50 persen..?"

"Itu mahasiswa yang masih Miskin-miskin, uangnya hanya 100 ribu. Mentraktir temannya, habis, nggak masalah. Padahal itu berarti 100 persen. Uangnya 50 ribu, diminta temannya, dikasihkan semua. Padahal itu aset satu-satunya."

"Tak masalah saat ini kamu miskin bisa jadi itu alasan Allah kelak memasukanmu ke Surga." Aamiin 🤲
comments | | Baca Selengkapnya...

Kuliner Kita ; AYAM RICA KEMANGI


AYAM RICA KEMANGI
--------------
Bahan:
1 ekor ayam kampung potong 16
1 jeruk nipis
1 tomat merah
1 batang sereh iris bagian putihnya
4 lbr daun jeruk iris
1 lbr daun kunyit iris
1 batang daun bawang
*sy skip lg gak ada stok
Seruas jahe geprek
Dua ruas lengkuas geprek
Kemangi secukupnya

Bumbu halus:
8 cabe merah kriting
5 cabe rawit merah
8 siung bawang merah
4 siung bawang putih
4 kemiri
Seruas kunyit
Garam

Caranya:
1. Cuci bersih ayam, lumuri dengan air perasan jeruk nipis, diamkan sekitar 30 menit, bilas lalu tiriskan
2. Tumis bumbu halus, masukkan lengkuas & jahe geprek, setelah harum tambahkan irisan daun jeruk, kunyit dan irisan sereh, aduk-aduk, masukkan ayam, tambah air secukupnya, masak ayam dengan api kecil sampai matang dan bumbu meresap, bumbui garam & kaldu bubuk, setelah ayam matang tambahkan potongan tomat, irisan daun bawang dan kemangi

By: aras_galeri
comments | | Baca Selengkapnya...

HUKUM BERMAIN GAME ONLINE


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Admin yang saya hormati, bagaimanakah hukumnya bermain game online? Mohon penjelasannya, terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

(Khozin A,. Bangkalan-Madura)

______________________
Admin- Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Akhir-akhir ini, game online mudah dimainkan di smartphone. Sebagian besar kalangan—terutama anak muda–sangat menekuni hal ini, bahkan ada yang rela menghabiskan waktu berjam-jam lamanya hanya untuk bermain game.

Dalam sudut pandang syariat (fikih), segala macam permainan (game) yang memiliki dampak baik serta tidak dilakukan dengan cara berjudi adalah boleh, ada yang mengatakan mubah dan ada pula yang mengatakan makruh. Yang dimaksud dengan game yang memberi dampak positif pada pemain pada khususnya dan kehidupan sosial pada umumnya adalah segala macam game yang berguna melatih kecerdasan otak, seperti permainan catur atau permainan berbasis strategi lainnya. Sebagaimana penjelasan Syekh Sulaiman al-Jamal berikut:

وَفَارَقَ النَّرْدُ الشِّطْرَنْجَ حَيْثُ يُكْرَهُ إنْ خَلَا عَنِ الْمَالِ بِأَنَّ مُعْتَمَدَهُ الْحِسَابُ الدَّقِيقُ وَالْفِكْرُ الصَّحِيحُ فَفِيهِ تَصْحِيحُ الْفِكْرِ وَنَوْعٌ مِنْ التَّدْبِيرِ وَمُعْتَمَدُ النَّرْدِ الْحَزْرُ وَالتَّخْمِينُ الْمُؤَدِّي إلَى غَايَةٍ مِنْ السَّفَاهَةِ وَالْحُمْقِ

“Perbedaan antara permainan dadu dan catur yang dihukumi makruh bila memang tidak menggunakan uang adalah bahwa permainan catur berdasarkan perhitungan yang cermat dan olah pikir yang benar. Dalam permainan catur terdapat unsur penggunaan pikiran dan pengaturan strategi yang jitu. Sedangkan permainan dadu berdasarkan spekulasi yang menyebabkan kebodohan dan kedunguan.”[1]

Meskipun diperbolehkan (mubah atau makruh), apabila kegiatan bermain game dilakukan secara terus-menerus maka bisa menimbulkan hukum haram (tidak diperbolehkan) ketika berdampak pada terbengkalainya kewajiban, tidak bermanfaat untuk agamanya, menjadikannya pemalas, menurunkan etos kerja, dan efek negatif lainnya. Sebegaimana penjelasan berikut:

مِنْ هَذِهِ الْأَلْعَابِ الشَّطْرَنْجِ، فَهُوَ قَائِمٌ عَلَى تَشْغِيْلِ الذِّهْنِ وَتَحْرِيْكِ الْعَقْلِ وَالْفِكْرِ. وَلَا رَيْبَ أَنَّهُ لَا يَخْلُوْ عَنْ فَائِدَةٍ لِلذِّهْنِ وَالْعَقْلِ، فَإِنْ عُكِفَ عَلَيْهِ زِيَادَةً عَمَّا تَقْتَضِيْهِ هَذِهِ الْفَائِدَةُ، فَهُوَ مَكْرُوْهٌ، فَإِنْ زَادَ عُكُوْفُهُ حَتَّى فُوِتَ بِسَبَبِهِ بَعْضُ الْوَاجِبَاتِ عَادَ مُحَرَّماً.

“Di antara permainan ini adalah catur yang selalu menyibukkan hati dan menggerakkan akal pikiran. Tidak diragukan lagi bahwa catur tak terlepas dari faedah bagi hati dan akal. Namun apabila seseorang tersibukkan dengannya sampai melebihi kadar faedah itu, maka hukumnya makruh. Namun apabila terlalu tersibukkan sehingga berdampak menggugurkan sebagian kewajiban, maka hukumnya kembali menjadi haram.”[2]
[]waAllahu a’lam
----------
[1] Hasyiyah Al-Jamal ‘Ala Al-Manhaj, vol. V hal. 379
[2] Al-Fiqh Al-Manhaji, vol. VIII hal. 166
.
.
Sumber : FB LIRBOYO
comments | | Baca Selengkapnya...

Saat Disuguhi Makan, Bolehkah Membatalkan Puasa Sunnah?


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bagaimanakah hukum membatalkan puasa sunah Rajab ketika kita disuguhi makanan oleh seseorang? Karena terkadang kita gak sampai hati untuk menolak demi menghormatinya. Mohon penjelasannya. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Aziz, Klaten)

_________________________

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
Ketika melakukan puasa sunah, terkadang seseorang mendapatkan suguhan makanan maupun minuman dari orang lain yang tidak mengetahui bahwa ia sedang berpuasa. Keadaan itu sering dilema, apakah membatalkan puasa sunahnya atau tetap melanjutkan.

Dalam menghadapi keadaan demikian, apabila ada kekhawatiran menyinggung perasaan orang lain yang memberikan makanan, maka lebih utama membatalkan puasa dan ia sudah mendapatkan pahala yang telah dilakukannya. Namun apabila ada tidak kekhawatiran menyinggung perasaan orang tersebut, maka lebih baik untuk tetap berpuasa dan mengatakan secara halus bahwa ia sedang berpuasa., maka Syekh Zainuddin al-Malibari menjelaskan dalam kitab Fath al-Mu’in:

يُنْدَبُ الْأَكْلُ فِي صَوْمِ نَفْلٍ وَلَوْ مُؤَكَّدًا لِإِرْضَاءِ ذِي الطَّعَامِ بِأَنْ شَقَّ عَلَيْهِ إِمْسَاكُهُ وَلَوْ آخِرَ النِّهَارِ لِلْأَمْرِ بِالْفِطْرِ وَيُثَابُ عَلَى مَا مَضَى وَقَضَى نَدْبًا يَوْمًا مَكَانَهُ فَإِنْ لَمْ يَشُقُّ عَلَيْهِ إِمْسَاكُهُ لُمْ يُنْدَبِ الْإِفْطَارُ بَلِ الْإِمْسَاكُ أَوْلَى قَالَ الْغَزَالِي: يُنْدَبُ أَنْ يَنْوِيَ بِفِطْرِهِ إِدْخَالَ السُّرُوْرِ عَلَيْهِ.

“Disunahkan membatalkan dengan makan ketika puasa sunah meskipun puasanya sangat dianjurkan dalam rangka melegakan pemberi makanan. Hal itu dilakukan ketika ia merasa sulit untuk tetap melanjutkan puasanya, meskipun telah di penghujung hari. Membatalkan itu adalah perintah dan ia akan mendapatkan pahala puasa yang telah dilakukannya. Ia juga dianjurkan untuk menqadlai di lain hari. Namun apabila ia tidak merasa sulit mempertahankan puasanya, maka tidak dianjurkan membatalkan puasa dan hal itu lebih utama. Imam al-Ghazali menambahkan, saat membatalkan puasanya disunahkan berniat membahagiakan orang yang memberikan makanan.”[1]

Imam Taqiyudin al-Hishni juga menjelaskan dalam kitab Kifayah al-Akhyar:

وَمَنْ شَرَعَ فِي صَوْمِ تَطَوُّعٍ لَمْ يَلْزَمْهُ إِتْمَامُهُ وَيُسْتَحَبُّ لَهُ الْاِتْمَامُ فَلَوْ خَرَجَ مِنْهُ فَلَا قَضَاءَ لَكِنْ يُسْتَحَبُّ وَهَلْ يُكْرَهُ أَن يَخْرُجَ مِنْهُ نَظَرٌ إِنْ خَرَجَ لِعُذْرٍ لَمْ يُكْرَهْ وَإِلَّا كُرِهَ وَمِنَ الْعُذْرِ أَن يُعِزَّ عَلَى مَنْ يُضِيْفُهُ امْتِنَاعَهُ مِنَ الْأَكْلِ

“Orang yang berpuasa sunah tidak wajib menyelesaikannya. Akan tetapi ia dianjurkan untuk menyelesaikannya. Apabila ia membatalkan puasa sunah di tengah jalan, tidak ada keharusan qadha baginya, tetapi hanya dianjurkan (qadha). Apakah membatalkan puasa sunah itu makruh? permasalahan ini patut dipertimbangkan. Apabila ia membatalkannya karena uzur, maka tidak makruh. Tetapi jika tidak karena udzur tertentu, maka pembatalan puasa sunah makruh.  Dan di antara contoh uzur ialah penghormatan kepada orang yang menjamunya yang dapat mencegahnya untuk makan.”[2]

Ketentuan ini hanya berlaku hanya pada puasa sunah. Adapun puasa wajib (Ramadhan, puasa Qadla, dan puasa Kafarat) harus tetap melanjutkan puasanya. []waAllahu a’lam
-------------------6
[1] Zainuddin al-Malibari, Fath al-Mu’in, hlm. 493.
[2] Taqiyudin al-Hishni, Kifayah al-Akhyar, I/208.
.
.
Sumber : FB LIRBOYO
comments | | Baca Selengkapnya...

Aku Malas Bila Ibu Datang

Selesai sudah masakanku. Oseng ikan asin dan sayur asam adalah nama menunya. Ini akhir bulan. Sisa keringat suamiku harus aku hemat-hemat. Di dalam dompetku ada dua ratus ribu. Biasanya cukup untuk satu Minggu menyambung pada gajian berikutnya. 

Kami baru saja selesai makan saat Ibu menelepon.

"Tik, Ibu ini lagi jalan ke rumahmu. Mumpung libur kerjanya. Kamu di rumah, 'kan?" katanya dari seberang.

Aku meneguk ludah. 

"Tik! Walah anak ini diajak omong kok malah ngelamun."

"I ... iya. Titik di rumah, Bu. Dua Minggu lalu, 'kan Titik sudah jenguk Ibu. Nginap satu Minggu lagi. Seharusnya, Ibu nggak perlu repot-repot ke mari. Liburan dipakai istirahat saja, 'kan enak," kataku sambil mengetuk-ngetukan jemariku ke meja.

"Bosan, Tik. Sudahlah. Tunggu Ibu, ya? Kamu sudah masak, 'kan? Ibu belum sarapan soalnya."

Aku menghela napas. Melirik ke atas meja lauk-pauk yang cukup untuk makan siang kami. 

"Sudah, Bu."

"Alhamdulillah. Yowes, Ibu tutup dulu. Assalamualaikum!"

Ibu menutup telepon lebih dulu.

Suamiku mendengkus. Mungkin dia dengar percakapanku dan Ibu. 

"Ibu kamu mau ke sini?"

"Iya, Mas. Sudah di jalan katanya."

"Hm ... kemarin, 'kan kamu dan Jaguar sudah ke sana satu Minggu. Ngapain Ibu ke sini lagi?" tanyanya sambil membaca koran.

"Masih kangen, Mas. Mumpung libur kerjanya." Aku mendekati Mas Leon, duduk di sampingnya.

"Ck!"

Aku menghela napas. Barangkali Mas Leon keberatan Ibu datang karena waktunya tidak tepat. Ini tanggal tua. Apa nanti yang akan kami suguhkan kepada Ibu? Tidak mungkin, 'kan bila ikan asin berturut-turut? Lagi pula, apa nanti kata Ibu bila kami menyajikan makanan tidak enak seperti ini untuknya? Sedangkan yang Ibu tahu, aku ini selalu makan enak. Hidup tidak kekurangan. Tidak pusing memikirkan besok uang cukup untuk beli makan atau tidak. Itu semua karena aku tidak pernah mengeluh padanya. 

Aku selalu mengatakan bahwa semua baik-baik saja, padahal suamiku sedang sepi pekerjaannya. Aku sudah makan, padahal hari itu puasa karena beras tinggal satu gelas. Aku makan daging, padahal lauk-pauk yang ada hanya tahu, tempe, dan ikan teri. Lalu ketika Ibu meminta dibelikan gamis untuk bekerja, aku selalu membelikannya tanpa mengatakan bila aku sedang tidak punya uang. Itu pun aku membelinya dengan menyicil ke tetangga. Terkadang aku ingin bekerja saja, tetapi Mas Leon tidak ikhlas bila Jaguar diurus oleh orang lain. Aku maklumi alasannya, karena Jaguar anak spesial. Berdagang online juga tidak memungkinkan karena ponsel kami cuma satu. Biasanya, dibawa Mas Leon ke mana-mana.

Aku baru saja memandikan Jaguar ketika Ibu datang. Kulihat wajahnya begitu bahagia. Mata jelinya berbinar bahagia. Aku pun bahagia melihat Ibu datang. Pelukan, ciuman ia daratkan padaku, dan Jaguar. Meski aku telah berumah tangga dan memiliki anak, bagi Ibu aku tetap anak kecil. 

"Duh, gantengnya cucuku. Sudah makan kamu, Nak?" tanyanya pada Jaguar. 

"Kami sudah makan, Bu. Ayo Ibu makan dulu. Katanya belum sarapan, to?"

Ibu nyengir. Aku tersenyum melihatnya. Aku dudukkan Jaguar di kursi roda. Anakku itu sudah besar, jadi lumayan berat. Meski begitu, aku tidak merasa bahwa dia benar-benar berat.

"Kok tumben masak ikan asin, Tik?" tanyanya saat aku membuka tudung saji.

"Iya, Bu. Requestnya Mas Leon. Bosan makan ikan, dan daging-dangingan," jawabku tak berani menoleh padanya.

"Oh ... gitu. Yawes nggak apa-apa. Sini buruan, Ibu sudah lapar!"

"Iya. Ibu tunggu di depan saja, ya. Nanti piringnya Titik antar."

"Iya!"

Aku menatap punggung ringkih Ibu dengan mata sayu. Merasa bersalah karena telah berbohong padanya. Namun, aku menikmati kebohongan ini. Setidaknya, Ibu tidak kepikiran tentang nasibku, menantu, dan cucunya.

*

"Enak, Tik. Tambah jago saja kamu masaknya. Ibu nambah, yo?"

Aku tersenyum mengiyakan. Mengambil alih piring Ibu, mengisinya dengan nasi, dan lauk-pauk lagi, lalu memberikannya kepada Ibu.

"Suamimu mana?"

"Di bengkel, Bu."

"Kerjaannya stabil, 'kan?"

"Alhamdulillah stabil, Bu. Setiap hari pasti ada saja pelanggannya. Berkat do'a Ibu ini." Aku mencolek pipi halus Ibu, menggodanya yang sedang menguyah.

"Juga karena kamu ini anak berbakti, jadi Allah sayang sama kamu, cukupkan rezeki kamu. Keren kamu, Tik!"

Oh Ibu ... anak berbakti ini yang selalu membohongimu, Bu.

*

Aku membuka rice cooker nasi tinggal satu piring. Inisiatif aku mencuci beras lagi, memasaknya jadi nasi. Tidak pusing aku masalah pernasian, yang kupikirkan sekarang adalah lauknya.

"Tik!" tegur Ibu ketika aku melamun di ruang makan.

"Dalem, Bu? Ibu sudah bangun? Ibu lapar, nggak? Mau makan siang?" tanyaku.

"Nggak! Ibu masih kenyang. Kamu nggak ngirim Leon makan siang?"

Aku tersentak. Aku kelupaan.

"Astaghfirullah! Aku kelupaan, Bu. Sebentar, ya, Bu. Aku siap-siap dulu."

Buru-buru aku menyiapkan makan siang Mas Leon. Memasukkan sisa nasi satu piring tadi ke kotak bekal, menuangkan ikan asin yang tinggal beberapa biji, lalu sayur asam ke dalam plastik. 

"Aku pergi dulu, Bu. Nitip Jaguar, ya!"

"Iya, hati-hati."

*

Cuaca panas sekali hari ini. Meski begitu, aku tetap mengayuh sepedaku ke bengkel tempat Mas Leon bekerja. Dia sedang memperbaiki sebuah motor. Bajunya hitam semua, wajahnya kusam, dan keringatnya mengalir deras. Tangan kokohnya cekatan memutar roda motor itu. 

"Mas!" panggilku.

Mas Leon menoleh. Sedikit senyum ia sunggingkan. Jelas sekali dia sedang marah karena aku terlambat mengirim makan.

"Letakkan di sana saja, Dik. Mas masih sibuk," katanya melanjutkan pekerjaan.

"Maaf telat ngirimnya ya, Mas. Segera di makan, takut nanti nasinya dingin."

"Hm ...," jawabnya singkat tak mengacuhkan ku.

"Aku pergi. Assalamualaikum."

Aku kembali mengayuh sepedaku setelah jawaban salamnya. Aku melihat pedagang es campur. Pasti Ibu senang bila aku membelikannya satu bungkus. 

"Satu, ya, Bang."

"Baik, Bu."

Tak sampai lima menit aku menunggu, es campur itu telah siap aku bawa pulang.

"Berapa, Bang?"

"Delapan ribu, Bu."

Aku menyerahkan uang pas. Kukayuh lagi sepeda dengan lebih semangat. Bayangan Ibu menikmati es campur terputar sepanjang perjalanan.

*

Aku memarkir sepeda. Kulihat Ibu menyuapi Jaguar makan. Aku terkejut karena Ibu menyuapi Jaguar dengan sup buntut. 

"Ibu beli?"

"Nggak. Dikasih tadi sama Mirna. Katanya, dia masak kebanyakan."

Dahiku mengernyit. Mirna, tetanggaku sama sepertiku. Kami hidup dengan sederhana. Jelas perkataan Ibu tidak masuk ke dalam otakku.

"Kamu makan, sana! Dikasih banyak sama Mirna. Ibu juga sudah makan. Iya, 'kan, Jaguar?"

Jaguar mengangguk. Aku tidak ambil pusing lagi perihal sup buntut. Selain karena tidak suka berdebat, aku juga sudah lapar. 

*

"Wah es campur! Enak ini!" pekik Ibu antusias ketika aku menghidangkan es campur padanya.

"Enak, Bu. Es campur ini terkenal sekali di sini. Ibu harus coba," kataku menyuapkan satu sendok untuk Ibu.

Tangan Jaguar bergerak-gerak. Rupanya, anak tampanku itu ingin es campur juga.

"Nenek siapin, nih. Hm ... enak, to?" 

Jaguar mengangguk sambil tersenyum.

"Pintar sekali cucuku ini."

Aku tersenyum. 

"Ibu rencana pulang kapan?" tanyaku.

"Dua hari lagi. Boleh, ya?"

"Boleh dong, Bu. Titik senang Ibu datang mengunjungi kami," kataku.

Jujur saja, didatangi orang tua itu seperti oase di gurun pasir. Rasanya hari-hari berat tidak terasa karena senyum mereka seperti obat. 

*

Mas Leon pulang sedikit lebih malam dari biasa. Mas Leon menghampiri Ibu yang kebetulan masih terjaga di depan TV. Di tangan Mas Leon tergantung satu kantung plasti.

"Assalamualaikum, Bu. Maaf Leon harus lembur. Ini Leon bawakan terang bulan kesukaan Ibu," katanya menyalami Ibu lalu meletakkan kantung plastik itu di atas meja. Mas Leon memintaku mengambilkan piring. Tentu langsung aku turuti. Ku lirik kardus kemasan terang bilang itu. Rupanya, terang bulan yang sedang hits saat ini. Satu loyang dengan kombinasi dua rasa saja harganya di atas dua puluh ribu. Sepadan sekali dengan rasanya yang enak.

Ibu sumringah. Ibu dan makanan manis itu seperti gagang dan pintu, tidak terpisahkan. Tak henti-hentinya aku berterimakasih kepada Mas Leon karena telah berbaik hati kepada Ibu. Membawakan makanan kesukaan Ibu. Mas Leon tersenyum. Meski begitu, aku tahu kepalanya pusing mengingat bertambahnya pengeluaran hari ini. Namun, dia sungguh baik kepada Ibu. Mulutnya boleh saja keberatan, tapi hatinya tak tega bila menolak Ibu.

*

Dua hari berlalu. Dalam dua hari itu aku selalu memberikan yang terbaik untuknya. Rendang daging sapi di hari pertama, dan gurame bakar  di hari selanjutnya. 

"Ibu pulang dulu. Kamu hati-hati di rumah, jagain Jaguar. Jangan telat makan." Ibu menasihatiku dengan berkaca-kaca. Mungkin, ia masih berat meninggalkan kami. 

"Iya, Bu. Ibu juga jaga kesehatan, jangan telat makan. Vitaminnya juga diminum rutin, ya, Bu," pesanku menyinggung vitamin yang setiap bulan aku kirimkan untuknya. 

Ibu mengangguk, menyeka sudut matanya, lalu naik ke atas motor Mas Leon. 

"Assalamualaikum!" 

"Wa'allaikumsallam."

Aku menghela napas berat. Jujur saja, aku juga berat melihat Ibu pergi. Ku lihat lagi dompet di atas meja. Sisa tujuh puluh lima ribu. Helaan napas ku semakin berat saja. 

*

Siang harinya Mirna menyapa ku yang sedang menyuapi Jaguar makan.

"Sudah pulang Ibumu, Tik?"

"Sudah, Mir. Omong-omong, terimakasih ya sup buntutnya."

Mirna mengangkat sebelah alis.

"Aku yang harusnya terimakasih, Tik. Ibumu itu baik sekali sudah membelikanku sup buntut."

Deg!!!

Aku tertegun.

"Dia juga belikan Surya es krim satu tepak."

"Kamu bertemu Ibu di mana?"

"Di warung Bu Hamidah. Kami bercerita-cerita sedikit. Semoga Ibumu sehat selalu, Tik. Orang seperti beliaulah yang selalu membuatku iri. Aku pergi dulu."

Aku masih tertegun, lambat mencerna perkataan Mirna.

*

Aku menunggu Mas Leon pulang untuk meminjam ponselnya. Mau menanyakan pada Ibu kebenarannya. Tadi, saat Mirna mengatakan warung Bu Hamidah, aku langsung teringat sesuatu.

"Sudah lunas semua, Tik. Ibumu yang bayar." Begitulah kata Bu Hamidah saat kutanya perihal hutangku. Aku menangis begitu saja. Ibuku itu ...

Sambil menunggu, aku bersihkan kamar yang semalam Ibu tempati. Air mata masih tak bisa berhenti.

Aku terkejut sekali lagi, menangis semakin jadi, ketika bantal bekas ia tidur aku angkat. Sepuluh lembar uang seratus ribu yang di satukan dengan streples tergeletak begitu saja. Di sana ada tulisan.

"Terimakasih sudah memberikan yang terbaik untuk Ibu. Sungguh Allah teramat baik hati menjadikanmu anakku. Sedikit tanda cinta Ibu berikan. 

Untuk anak Ibu yang selalu berbohong. Namun, Ibu begitu bangga karenanya. Sehat-sehat anakku, menantuku, cucuku."
.

Sumber : FB. Yono
comments | | Baca Selengkapnya...
*********
If you want to test someone’s character, give him respect. If he has good character, he will respect you more. If he has bad character, he will think is the best of all.
------------
Jika kamu ingin menguji karakter seseorang, hormati dia. Jika dia memiliki akhlak yang baik, maka dia akan lebih menghormatimu. Jika dia memiliki akhlak yang buruk, dia akan merasa dirinya yang paling baik.
BTCClicks.com Banner

BISNIS GRATIS

Statistik

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger